Media Trip Garuda Indonesia: Mengunjungi Aerofood ACS

2

Selamat pagi pecinta kuliner :)

Pagi kali ini disambut dengan senyuman manis mba resepsionis Narita Hotel Tangerang. :) Ku terbangun di kota yang jauh dari kampung halaman, jauh dari kasur kesayangan, dan jauh dari guling kesayangan. Tapi tak apa, perjalanan ini ku nikmati dengan hati senang dan gembira.

Narita Hotel Tangerang adalah hotel yang om tyo dan teman-teman media inapi satu malam pada Kamis (5/6). Hotel yang bernuansa Jawa ini telah berdiri pada Februari 2012 lalu, hotel ini memiliki 6 Lantai yang terdiri atas 68 Kamar. Hotel ini memiliki sekitar 150 karyawan. “Hotel ini pernah digunakan untuk syuting FTV”, ungkap Farah,  salah satu resepsionis Narita Hotel.

Narita Hotel Tangerang

Karakter Tokoh Punakawan

Setelah selesai sarapan dan ngopi :)) Tujuan kami pagi ini adalah mengunjungi Aerofood ACS. Ada yang tau tentang Aerofood ACS? kalau belum tau, nanti kita tanya karyawan Aerofood ACS nya ya 😀

Sekitar pukul 9:30, kami checkout dari hotel dan merapat menuju bus Aerotrans 😀 Memang setia banget dah bus ini.

Bus Tour kami, Aerotrans

Hujan deras menemani perjalanan kami menuju Aerofood ACS, dan sekitar 65 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di Aerofood ACS m/

Aerofood ACS Cengkareng

Aerofood ACS yang dulu bernama Angkasa Citra Sarana sudah berdiri sejak tahun 1974 dan pada tahun 1985 pindah ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng”, ungkap Bapak Drs. Marsiman selaku Kepala Training di Aerofood ACS Cengkareng. Pak Marsiman ini lah yang akan men-guide kami berkeliling di dalam Gedung Aerofood ACS.

Aerofood ACS

Sebelum berkeliling, kami diminta memakai jas seperti jas laboratorium, penutup kepala dan juga masker. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tempat ini tetap steril dan bersih. Perjalanan awal dimulai menuju tempat receiving barang, masing-masing barang seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan juga barang dingin memiliki jadwal tersendiri dalam hal penerimaan barang. Ini dilakukan agar barang-barang tersebut tidak bercampur.

Selanjutnya kami mengunjungi tempat penyimpanan barang, ada barang lokal dan barang import tentunya. Ada juga ruang untuk menyimpan telor, dan juga ada ruang untuk menyimpan bumbu jadi. Bumbu jadi ini tidak diperjualbelikan, karena bumbu jadi ini adalah resep rahasia Aerofood ACS, dan bumbu ini dari aspek cita rasa, hygiene dan sanitasi sudah diuji di Laboratorium Aerofood ACS.

“Kalau belum pernah masuk ke meat room, berarti belum pernah masuk ke Aerofood ACS”, canda Pak Marsiman. Iya bener sih, soalnya ruangan daging ini bersuhu -30 C. Dingin bangeett guyss 😐 Setelah itu kami ke tempat gudang import yang dijaga oleh orang Beacukai. Kemudian menuju ke Gudang 2 Dry Store, tempat untuk menyimpan bahan-bahan pembuatan bakery.

Drs. Marsiman, Kelapa Training Aerofood ACS

Dan selanjutnya kami akan menuju ke bagian produksi, tapi sebelum naik ke bagian produksi yang berada di lantai 2, kita perlu mensterilkan diri di steril room :O tuhkan, harus bener-bener bersih kalau mau main kesini. Bagian produksi ini, terdiri atas bakery, pastry, hot kitchen, makanan korea dan jepang serta laboratorium dan butcher room (ruang potong daging). Dan yang tak ketinggalan adalah ruang fruit & vegetables.

Perusahaan catering ini memiliki karyawan sekitar 2145 karyawan, dan 5 diantaranya adalah expat dari Singapore, dan negara lain. “Kami disini tiap hari memproduksi 50.000 meals, dan pada peak season seperti lebaran bisa mencapai 110.000 ribu meals untuk 180 flight Garuda di Jakarta dan airline internasional”, papar Pak Marsiman. Oiya, pekerja di Aerofood ACS bekerja 24 jam dan terbagi atas 3 shift.

Naah, di lantai 2 ini juga ada ruangan MTSU (Meal Tray Setup). Itu tuh, sejenis trolly yang sering di dorong sama pramugari pas di pesawat, hehe. Untuk penyusannnya disesuaikan dengan loading diagram. Dan untuk Quality Control, Aerofood ACS memiliki 80 karyawan yang terdiri atas ahli gizi dan pakar teknologi pangan.

Selain melayani Garuda Indonesia, Aerofood ACS juga melayani maskapai penerbangan luar negeri, seperti Emirates, Japan Airllines, dan 16 lainnya. Untuk menu pada maskapai penerbangan luar negeri, ditentukan oleh masing-masing maskapai. Aerofood hanya mensukseskannya. Lalu, bagaimana juga ada pesawat yang delay? Aerofood siap dengan “Service on Ground” yang akan membackup penerbangan delay.

Satu lagi nih, om tyo mau ngasih info tentang menu pagi penumpang ekonomi, bisnis, dan first class. Untuk ekonomi, penumpang diberi pilihan 2, biasanya daging atau ayam. Untuk penumpang kelas bisnis, kita bisa milih karena ada 4 pilihan menu. Dan untuk first class, ada yang namanya “Chef on Board”, jadi kita bisa menentukan makanan apa yang ingin kita makan, nanti ada Chef khusus yang langsung memasakkan makanan tersebut di dalam pesawat.

Dan sekitar pukul 11:45, usai sudah perjalanan kami mengintip “Dapur”nya Garuda Indonesia. Banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat setelah mengikuti trip ini. Dan tak lupa kami foto bersama sebagai kenang-kenangan telah mengikuti trip ini. Bersambung.

Foto bersama teman-teman Samarinda dan Balikpapan

Pencarian dari Google:

Share.

About Author

Seorang Blogger asal Kota Balikpapan, yang juga hobi foto-foto, menulis, wisata kuliner dan juga suka ngoprek web dan aplikasi open source.

2 Comments

Leave A Reply

© 2015 Tyodongss - Blogger Balikpapan.