Day 1 CCIE Bootcamp – EIGRP

0

Sabtu, 3 Desember 2016 adalah hari pertama CCIE Bootcamp IDN periode Desember 2016. Om Tyo berangkat dari Hotel Paradisa di dekat balai kota menggunakan Go Car sekitar pukul 8.00. Berangkat menuju lokasi bootcamp yang berlokasi di Villa 78 Dago, alamatnya Jl. Bukit Pakart IV No. 78. Naah, kami robongan dari Balikpapan sempat nyasar menuju ke lokasi 😀 akang Go Carnya pun juga kesasar wkwkw. Alhamdulillaah akhirna kami dapat tiba di lokasi sekitar pukul 9.00. Namun hanya ada 3 orang yang sampai dulu. Segeralah kami memilih kamar 😀 karena info dari pihak penyelenggara, bagi yang dating duluan boleh pilih kamar :p

Rombongan IDN pun tiba sekitar pukul 10.00 kurang, namun peserta yang lain belum datang semua. Sekitar jam 12:00 kami ishoma terlebih dahulu. Kemudian sekitar pukul 13.00 acara pun dimulai dengan presentasi oleh mas Widi Atmono #48939. Wuih ada nomornya 😀 someday I will have it also. Very soon. Aamiin ya Allah.

Mas Widi memaparkan perihal persiapan sebelum ujian CCIE. Untuk ujian CCIE Written biayanya $400 dan ujian via Pearson Vue. Setelah lulus ujian written, baru bisa untuk menjadwalkan atau membooking ujian Lab. Ujian lab ini biayanya untuk yang Dedicated Lab yakni $1600 sedangkan untuk yang Mobile Lab sekitar $1900. Jika booking nya lebih dari 3 bulan sebelum tanggal ujian, kita tidak langsung bayar dulu, ujar Mas Widi. Namun kalau bookingnya kurang dari 3 bulan sebelum tanggal ujian, kita wajib langsung membayarnya. Eitss, jikalau reschedulepun, webnya si Cisco juga akang langsung meminta untuk membayar. Oiya, tadi om Tyo ada bilang tentang Dedicated Lab dan Mobile Lab. Dedicated Lab maksudnya adalah Lab yang bisa kita pakai buat ujian kapan saja dan lokasinya tetap, yang terdekat ada di Hong Kong (favorit orang Indonesia), Jepang, dan Sydney. Namun lokasi lain pun bisa juga. Sedangkatkan Mobile Lab adalah Lab yang lokasinya pindah-pindah. Untuk Mobile Lab di Indonesia, dulunya 2 tahun sekali, kemudian 1 tahun sekali. Namun sekarang cancel karena kurang diminati lagi. Kenapa? Karena info dari Mas Widi dan Pak Dedy, Mobile Labnya ini lambat karena ngeremote, dan resolusi layarnya besar banget. Ada sih yang lulus, namun ada juga yang failed. Untuk favorit orang Indonesia infonya mas Widi yaitu di Hong Kong. Disana banyak orang TKI, sehingga serasa seperti di Indonesia. Selain itu, banyak penjual orang TKI yang jualan makanan Indonesia. Recommended deh pokoknya, ujar Pak Dedy selaku Founder ID Networkers (IDN).

Selanjutnya, Mas Widi juga menjelaskan untuk bahan belajar, bisa dari workbook maupun foundation (workbook IDN & dll). Untuk pembagian waktu belajar, bisa mulai jam 3.00 pagi atau jam 21.00 malam atau weekend. Tipsnya, tambah jam belajar dan juga pasang target untuk menyelesaikan troubleshooting. Mas Widi menjelaskan dia memiliki target 2 Jam untuk Configuration dan target 1 Jam untuk Troubleshooting. Jika dia belum dapat memenuhi target itu berarti dia belum siap ujian. Wahh mantap ini bener juga. Nanti akan om Tyo praktekkan juga.

Kemudian untuk materi Utama dari ujian Lab CCIE, antara lain BGP MPLS dan DMVPN. Materinya poinnya besar, jadi kita harus wajib menguasainya.

Berikut dibwah ini Section pada Ujian Lab CCIE

1) Tshoot: 10 Soal = 2 hours virtual devices

– Bisa extend 30 minutes akan mengambil 30 minutes dari section configuration,

– Ada 2 soal yang pointnya besar (BGP MPLS) dan (DMVPN)

– Boleh mengerjakan tidak berurutan

– Bisa liat seluruh soal

– Setelah mengerjakan ditulis di kertas, sebagai penanda

– Kerjakan yang mudah dulu

– Ada salah satu soal yang bersinggungan dengan soal lain

– Jangan melanggar rule, jangan bikin static route misalnya.

2) Diagnostic: 3 soal = 30 minutes

– Sebagai tech engineer, email pertanyaan, menjawab pertanyaan, switch mana yang problem, apa permasalahannya. Pilihan ganda

– Baca soal dulu, kemudian baca konfignya

– vtp, dmvpn, dll

– Tidak bisa extend

3) Lab: 5 section 5 hours 30 minutes virtual devices

– Dimulainya sebelum makan siang

– Mengerjakannya berurutan

– Setiap section berurutan

– Kayak bangun sebuah kantor dari 0

– Vlan, VTP, BGP, BGP MPLS, Security

– 20 Router, 4 Switch

– Verifikasi sampai 3 kali, sampai waktunya habis

– Disimpan ya, copy run start

– ada Preconfig yang salah, dihapus aja

– Topologi physical ke topologi logical

– Huruf besar kecil berpengaruh

– Jangan reload router

– Habis makan siang, ngecek konfig yaa

– Verifikasi sampai 3 kali, habiskan waktunya

Dan untuk passing score, minimal score 45-50% per section. Dan nilainya harus diatas nilai rata-rata nilai ujian CCIE. Jika tidak maka tidak bisa dapat nomor. Oiya, mas Widi juga menjelaskan yang bikin failed, antara lain nda belajar dan over pede. Jadi hati-hati nihh.

Contoh

Tshoot = 50% pass

Diag = 60% pass

Lab = 60% pass

56% = failed

failed karena nilai rata-rata tidak cukup

Contoh:

Tshoot = 80% pass

Diag = 80% pass

Lab = 80% pass

80% = CCIE #XXXXX

Sumber: https://learningnetwork.cisco.com/docs/DOC-24168

Mas Widi berkata bahwa banyak orang yang jago, bisa config. Namun orang yang memiliki kemauan yang kuat, ini butuh usaha lebih. Memang sih ada yang dikorbankan, terutama waktu, keluarga, dll.

Setelah lulus ujian CCIE, masa aktif CCIE 2 tahun, kalau mau perpanjang bisa ambil lab lagi atau ambil written CCIE lagi, boleh ambil written CCIE track lagi. Yang perlu diperhatikan adalah harus CCIE written ya, bukan CCNA atau CCNP 😛

Sekitar pukul 14.30 materi presentasi dilanjutkan oleh Founder ID-Networkers yaitu Pak Dedy Gunawan..wuiiiih mantap nih. Belajar langsung dari Masternya IDN. Beliau membahasa tentang Routing Protocol EIGRP. Berikut dibawah ini summary yang bisa om Tyo ambil dari yang telah disampaikan beliau.

EIGRP – Konfigurasi Dasar

  • Menggunakan standar IP IDN.

R1 R2

1  2

R3 R5

3  5

Untuk IP poin to poin missal antara R1 dan R2, maka menggunakan network 12.12.12.x/24. Dan untuk x nya disesuaikan dengan hostname router, jika R1 maka IPnya 12.12.12.1 sedangkan R2 maka IPnya 12.12.12.2.

EIGRP Authentication

  • md5 dan ipsec yang bsa disupport
  • agar hanya router tertentu saja yang nerima update (mengamankan link)
  • verifikasi sangat penting. Kemampuan verfikasi wajib

EIGRP Summarization

  • penggabungan beberapa route
  • perlu access list lagi jika hanya memunculnya 4 route pakai eigrp leak map

EIGRP Filtering Router

  • ingin menghilangkan network 2
  • Menghilangkan route:
  1. access list
  2. prefix list
  3. administrative distance 255 (akan hilang dalam routing table)
  • eigrp bisa in dan out
  • ospf hanya in sedangkan out gk bisa
  • le = least equal (kurang dari)
  • ge = greater equal (lebih dari)
  • /24 le /28 artinya router yang prefix nya /24 sampai /28 hilang
  • genap = 0.0.0.0 255.255.255.254
  • ganjil = 0.0.0.1 255.255.255.254

EIGRP Unicast Update

  • Defaultnya: Multicast 224.0.0.10
  • Unicast = 1 ke 1
  • pakai perintah neighbor
  • Agar dia hanya 1 ngirim update ke 1 router saja.
  • Kalau multicast, dari 1 ke banyak
  • Verifikasi

EIGRP Default Route

  • D* <- Default route di dalam EIGRP

EIGRP Redistribution

  • Mengirimkan routing protokol berbeda ke suatu routing protokol
  • nilai metric
  • 1 1 1 1 1 bedanya disisi nilai, pengaruhnya ke nilai metric. Metric menentukan jalur
  • (keluar di ujian)
  • berapapun angkanya tidak masalah/tidak ada gunanya
  • ada EX brarti external
  • jangan pakai redistribute di lapangan

EIGRP Mindah Jalur

  • ada 3 parameter yang bsa digunakan
  • bandwidth = hanya untuk routing protokol ngitung kalkulasi terbaik
  • delay
  • offset-list = in out sama aja

EIGRP Equal dan Unequal Load Balancing

  • equal = secara default rip, eigrp, ospf bisa, bgp nda bisa. Setelah diconfig bgp bisa.
  • jalur semua sama. kedua link dipake (active-active)
  • unequal = secara default gk ada yg bsa. Tapi bisa diset agar bisa hanya bgp dan eigrp
  • ketika bandwidth lebih rendah, dia hanya milih jalur yg cepet saja. (active-backup)
  • metricnya dibagi antara 2 jalur
  • pake variance agar 2 jalurnya bisa dipake (active-active)

EIGRP Stub

  • hanya ada di topologi yg hub and spoke
  • pengaruhnya: di kantor pusat mengetahui semua kantor cabang, kantor cabang hanya punya 1 jalur, jdi nda perlu ditampilan semua route
  • setting di pusat, pengaruhnya di cabang cabangnya
  • di ujian yang diminta bisa valid route, tdak perlu sampai bisa diping

EIGRP Multi AF (Address Family)

  • pakai nama
  • ada fitur k6 (SHA)
  • ada beberapa AS di dalam satu naming mode bisa
  • AS number nya harus sama agar bisa konek antara kedua router
  • k6 = total jitter dan energy
  • energy ikut dihitung=mungkin kedepannya menhitung device yg power lebih rendah
  • delay nya pakai picosecond
  • nilainya diambil dari show interface
  • support SHA
  • Enkripsi lebih tinggi

EIGRP Passive Interface

  • kalau di RIP tidak ngirim tpi masih nerima
  • kalau di EIGRP tidak ngirim dan tidak nerima
  • routing internal kita tidak dikirimkan ke luar (ISP)

EIGRP Timers

  • hello interval dan hold timer

Kami diharuskan menyelesaikan 13 Lab tersebut dari pukul 16.30 sampai pukul 22.30 malam. Setelah 30 menit sesi troubleshooting.

Ada 3 tiket troubleshooting

1) Tiket 1

tiket1

2) Tiket 2

tiket2

3) Tiket 3

tiket3

Untuk file tiket troubleshooting didownload disini.

Untuk file labnya menggunakan GNS3 bisa didownload disini.

Bersambung…

Share.

About Author

Seorang Blogger asal Kota Balikpapan, yang juga hobi foto-foto, menulis, wisata kuliner dan juga suka ngoprek web dan aplikasi open source.

Leave A Reply

© 2017 Tyodongss - Blogger Balikpapan.